blog aneuk aceh >> azuel

Just another Blogetery.com weblog

Bersahabat Dengan Internet

January 14th, 2008 · No Comments
Cerpen

“Am jak warnet Yak” kata bang helmi mengajak sambil berjalan kearahku “pu but Teuh” sahut aku “lon nak chating ngon napon nyoe” “Oh bereh that nyan” kataku sambil berjalan mengambil Honda jhon. Piiranku saat itu menerka-nerka apa yang dimaksud dengan internet, istilah chating dan browsing.

Ditengah perjalanan kami merasakan sejuknya angin malam yang sengaja menerpa wajah kami hingga kami kedinginan “ho tajak nyoe bang bak kampus pu bak queen” tanyaku penasaran karena yang kutahu warnet yang da di kota matang hanya di kampus almuslim dan toko queen. “bak kampus manteung” jawab bang helmi sambil mengotak atik HP yang ada di tangannya. Memang kota kami baru-baru ini muncul beberapa warung internet, orang lain udah pada bosan eh, gak tahunya kami baru muncul. memang kota kami jauh ketinggalan dengan teknologi yang secanggih ini.

Aku dan bang helmi melintas jalan Matang (panggilan nama kota tempat aku tinggal) menembus cahaya lampu yang berteger di atas kepala, dan melewati beberapa toko-toko dan warung kecil, hingga kami sampai di depan pintu masuk Yang bertuliskan Warnet Unimus. Tanpa kata apapun bang helmi langsung turun dari Honda jhon ku dan masuk ke dalam warnet. Dan aku mengikutinya dari belakang

Dengan penasaran aku bertanya-tanya dalam hati “kiban warnet nyan le lon hanjeut meubacuk pih, alah pike that nyan lon tameng laju” pas dengan kedatangan kami kebetulan masih ada satu tempat yang kosong. Bang Helmi langsung duduk dan menghidupkan computer, setelah aku melihat Cuma ada satu kursi tempat bang helmi duduk, dan aku berdiri di belakang bang helmi sambil memandang apa yang dilakukan bang helmi, cara menjinakkan internet.

Mataku melihat di sudut ruangan rupanya ada sebuah kursi kosong, aku menariknya dan langsung duduk di belakang Bang Helmi sambil memerhatikan kelihaian bang helmi memainkan jari-jari tangannya menari-nari diatas keyboard dan mouse yang ada di depannya.

“Am duk ju blah deh hana ureung le” kata bang helmi sambil menggeleng kepalanya kesamping kiri. Kebetulan disana ada komputer yang baru saja kosong dan tak ada yang menyentuh. Layarnyapun terpampang tulisan windows XP dan siap pakek.

“hana long teu’oh long bang” jawab aku tidak mengerti.

“hana pu cobo-coba ju ile, dengon coba-coba makajih eunteuk jeut” penjelasan bang helmi kepadaku.

Dengan sigap aku duduk di depan computer dan mengarahkan mouse ke icon yang bertuliskan internet “mungken nyoe sang internet” gumamku dalam hati. Setelah terbukanya kotak dialog internet aku langsung mengetik alamat www.google.com di address, hanya itu yang aku tahu situs internet. Dengan cepat muncullah tulisan google dengan tulisan berwarna-warni.

Kebetulan aku pernah membaca buku tentang google di majalah kalau tidak aku bakal tidak tahu apa-apa. Dirumah aku sudah bisa digolongkan dalam taraf rata-rata dalam memainkan komputer, dirumah aku sering bersahabat dengan adobe photoshop walau gak akrab gitu. Aku ingin langsung mencari info tentang adobe photoshop mungkin dengan mencari menjelajah situs ini, mungkin pengetahuanku bisa lebih bersahabat, tanpa basa-basi aku langsung menulis kata “adobe photoshop” dimesin pencari goggle. Enter. dengan agak sedikit lambat muncullah beberapa info tentang adobe photoshop. sewaktu aku memerhatikan dengan seksama tulisannya berbasis dalam bahasa inggris. karena aku belum mengerti bahasa inggris aku langsung menutupnya kembali.

Aku mengklik icon gambar lalu aku tuliskan kata KAKA sebuah nama pemain bola yang terkenal dari brazil. Dengan sigap muncullah beraneka ragam foto-fotonya Kaka dengan gaya yang trendy-trendy. Mau mengoleksi foto-fotonya malah aku gak ada alat untuk menyimpannya untuk aku bawa pulang biasanya dikenal dengan Flash Disk. Emang aku pernah meminta dbeliin sama abangku, dia selalu bilang jeut, dan hasilnya sampai matipun gak akan dibeli.

Ditengah kelalaian aku belajar internet, pemilik sang warnet duduk memerhatikan diriku, dan aku sedikit kikuk, wajahnya sedikit serem “Oma kah dek gam ka peu tameung silop keuno udalam”. kata penjaga warnet

Aku terkejut melihat kebawah tidak seorangpun yang memakai sandal hanya aku yang memakai sandal “kapaloe teuh” sahut aku sambil melihat kabawah.

“orang baru tu bang” kata bang helmi di sebelah.

“bek le me silop uluwa mat bak jaroe puduk uluwa” kata penjaga warnet dengan itonasi marah.

Aku tak berkata sepatah katapun, lalu ku ambil sandal, aku bawa keluar, semua orang melihat kearah aku, aku jadi terasa malu dan kikuk, tak tau harus berbuat apa, aku langsung melempar sandal keluar ruangan. Aku duduk kembali di depan komputerku. Dengan rasa malu aku tidak lagi melihat kiri kanan melainkan terus melihat kedepan kearah monitor. Dalam hati aku berkata “mimpi apa aku malam ini, musibah, musibah”

Setelah merasa sedikit bersahabat dengan internet, lalu aku mencairkan uang pada penjaga warnet. Dan dia menanyakan identitasku aku menjawab apa adanya dan lancar. Lalu aku duduk kembali memerhatikan bang helmi yang belum puas berinteraksi dengan internet. Dan malam itu aku mendapat pengalaman yang sangat berharga dan sulit dilupakan, ingin bersahabat dengan internet, eh! gak tahunya ditimpuk rasa malu. Paling tidak aku sudah menjelajah internet dan akan terus menelusurinya.



0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment