blog aneuk aceh >> azuel

Just another Blogetery.com weblog

Just Kidding

January 14th, 2008 · No Comments
Cerpen

Oleh: Cinthiana (Siswi SMA 1 Bireuen)

Dear Diary…
Hari yang sangat melelahkan bagi seorang pelajar SMA, pergi pagi pulang sore. Seperti orang kantoran aja ya…! Pelajar kan gak mau kalah uga ma ortunya. Cuma bedanya kita nimba ilmu, kalo ortu kan nimba uang he.. he.. tapi selelah-lelahku, ada bahagianya juga lo.. aku jadi semangat karena disampingku ada sahabat-sahabat yang baik dan bikin fres.

Mereka penambah stamina saat aku sedang capek, lelah, dan be-te disekolah. Varia, Trini, dan Nia mereka adalah bintangku yang selalu berkedip. Mereka adalah sobat yang aku sayangi. Diary, dah dulu ya. Curhatnya…ngantuk banget nie… Good Night..!

Thiana menutup diarynya, sebelum tidur dia memandangi langit melalui jendela. Sesaat dia tersenyum pada bintang-bintang yang di beri nama Varya, Trini, dan Nia. Good Night ya kawanku. Thiana menutup jendela hendak tidur lalu menarik selimut dan tak lupa baca doa. Upss, tiba-tiba Thiana tak jadi memejamkan matanya, dia teringat sesuatu. “Astaghfirullah, Aku lupa membuat PR Bahasa Indonesia..?!!. duh Gimana nie..??” Thiana gak jadi tidur dia menuju meja belajarnya dan membuka buku bahasa indonesia. Sesekali dia menguap, dan tidak terasanya tertidur di atas meja belajarnya.

kriiiiing……!!!
Thiana terkejut mendengar jam beckernya berbunyi, jam 05:30 dia lalu ke sumur berwudhu dan shalat seperti biasanya, setelah salat mandi, pake baju, dan dan tak lupa satu itu…..tu…..breakfast…! dengan semangat thiana menuju ke ruang makan, perutnya udah misscal sich dari tadi. Di meja udah ada ayah dan adik yang lagi makan, sementara bunda lagi asyik menggoreng tahu.

“Ayah, hari ini thiana ada les, jajannya di tambah ya…?”, Thiana mengingatkan ayahnya lagi soal uang jajan sambil menikmati makan paginya.
“Iya ayah tau! Kamu kan setiap hari selalu ngingetin ayah soal uang jajan”, ayah lalu mengambil dompet dan mengeluarkan uang selembar 10 ribuan.
“Makasih ya Yah…” dengan cepat thiana menyambar uang itu. Lalu dia pamitan ama bunda dan ayah. Tak seperti biasanya hari ini Dia harus mengejar waktu agar tidak telat, jam pertama biologi, kalo telat, kena hukuman, baca doa di depan kelas sendirian.
“Thiana Berangkat dulu ya… Assalamu’alaikum”
Dia lalu melangkahkan kaki menuju terminal, di sana dia ketemu Trini dan Nia. Seketika suasana terminal mulai ramai dipenuhi orang berlalu lalang memulai aktifitasnya seperti biasanya setiap pagi. Diantara keramaian itu Thiana sudah ngumpul ama temannya menunggu bis.
“Kok bisnya lama banget ya” Trini mengeluarkan suara.
“Tenang… sebentar lagi datang kok!” kata Thiana biasa
Dari kejauhan muncul sebuah bis
“tuh bisnya datang ! ”, Nia menunjuk kearah timur.
“Nah gue bilang apa… makanya sabar dong, orang sabar disayang tuhan”, Thiana sedikit ngerumpi.
“iya iya”, Trini membenahi
Dan merekapun beranjak naik kedalam bis dan menuju ke sekolah hilang bersamaan dengan pagi yang ceria dan matahari mulai naik sepenggalah.
***
“Varya soulmate lo datang tu!”
Trini sengaja mengeraskan suaranya, ketika kebetulan liat Edo masuk ke kelas mereka sewaktu jam istirahat. Sesaat wajah Varya nampak merah, bukan Karena malu tapi kesal ama Trini yang selalu mengejeknya. Tiap hari edo selalu muncul di kelas di kelas mereka, dan edopun sering SMSan ama Varya, Cuma Varya yang selalu cuek tapi terkadang merasa senang saat membaca sms dari edo, karena edo juga gak kalah kerennya ama bintang film he…
“Hei Tri bisa diam gak sich, awas lo ya…” Varya mulai mengancam
“Sorry cuma becanda, itu aja marah, Varya maniz deh”
Dan tak terelakkan lagi, Varya pun naik pitam, Trini terpaksa lari ketika Varya megang sapu ngejar-ngejar Trini. Seperti kayak di film tom and jerry, emang begitulah masa SMA, masa yang menjadi tumpuan kenangan masa depan.
Thiana ana Nia cuma bisa menjadi penonton, kalu ikutan ntar jadi korban juga, karena gak tahan lagi, Thiana pun ikut andil
“Oy udah dong, aku lapar ne, kita ke kantin yuk!”
Spontan, mereka pun berhenti, kata-kata Thiana berhasil meleraikan mereka. seperti di hipnotis ketika mendengar nama kantin.
Walau dengan nafas terengah-engah keduanya mengikuti Thiana dan Nia menuju kantin. Mereka menebar pandangan ke semua sudut kantin, ada banyak bangku kosong dan mereka milih di tempat biasanya.
“Mas Bakso Empat” Thiana memesan makanan
“Thiana mas rio tu.. kayaknya dia kesini, emang kalo udah jodoh dimanapun bisa ketemu.” Usil Trini muncul lagi
“Ni, diem dong, pliztdeh, cowok tu gak level ma aku” Thiana mencoba ngeles
“Na, kalo suka bilang aja” Varya mulai ikut-ikutan ngejek, baksopun disajikan dihadapan mereka.
Kalo dah gini urusannya, mereka selalu kompak buat nyari-nyari kesempatan Ngejek empat diantara salah satunya. Walau itu sudah kebiasaan sehari-hari, itu tak kan menjadikan persahabatan mereka sirna dimakan waktu begitu saja. Jalinan persahabatan mereka selalu penuh warna dan makna.
“Wah sialan mereka bersatu nyerang gue” Bathin Thiana mencoba mencari-cari alasan agar tak tertimpuk kata-kata pahit terus menerus. Bersamaan dengan itu ada cowok item lewat, “dia kan…wah kesempatan balas dendam nie.” Thiana dapat ide.
“Trini ada mas jay tu! gile..kalian berdua memang pasangan serasi.” Thiana balas ngejek trini
Trini langsung tersipu malu dan menundukkan wajah, dan terlihat kikuk, yang lain tertawa melihat saltingnya trini. Thiana buru-buru membayar bakso, walau gak sampai habis dimakannya, karena kalo terus disitu nantinya jadi buyonan bahan ledakan terus menerus. Thianapun menuju kelas disusul tiga temannya dari belakang. Pas nyampe didepan pintu kelas, bel masuk pun berbunyi.
“Thiana, coba liat pinnya”, Varya mengerutkan keningnya waktu melihat pin tersebut, lalu dia balik ke belakang meliat pin Nia dan Trini
“ha..ha.. Ich norak banget sih pinnya…!!! Sorry man just kidding
he.. he..”. Eugh dasar Varya sifat jeleknya emang gak pernah ilang, suka banget ngejek orang. Masak pin kita dibilang norak, padahal kan keren. Emang dasar sirik aja, maklum Thiana, Trini dan Nia pinnya sama.
Kemaren mereka belinya bareng, si Varya gak ikutan soalnya rumah dia gak searah.
Gak mau kalah Trini komentar
“Eh ni cantik tau…, kita belinya mahal lagi.
Nia juga menambahkan “Iya, tau nie si Varya masak di bilang jelek bilang aja kamu sirik kan!!
“eh siapa lagi yang sirik, gak punya juga gak pa pa!” Varya menjulurkan lidahnya, itu tandanya dia gak setuju sama pendapat nia.
“Thianakamu tau gak, kemaren adek aku bilang, dapat darimana pin itu… dari snack ya”, Trini mengatakan sambil berbisik pada Triana biar gak kedengaran sama Varya.
“Ha.. ha.. gila masak dapat dari snack sih, gak tau apa kita beli”, Thiana gak tahan dan tertawa keras. Trini yang melihatnya Cuma bisa bengong “kaya king dong”

Aktifitas sibuk siswa XI IPA B berhenti begitu guru masuk kelas. Semua kembali pada posisi semula, memasang wajah sumringah dan duduk dibangku masing-masing, layaknya anak TK yang patuh saat guru masuk kelas. Tapi empat orang cewek ini mulutnya gak pernah jeda sedikitpun, mereka tak peduli meski guru sedang memberi pelajaran kepada mereka, bahkan mereka terkenal empat cewek yang selalu ribut. siapa lagi kalo bukan Thiana, Trini, Varya dan Nia, mereka saling ngejek kekurangan masing-masing. Sedikit saja ada kata yang terselip pasti menjadi bahan pembicaraan yang di permasalahkan setiap hari. Yang anehnya, walaupun mereka bertengkar seperti itu, ujung-ujungnya pasti just kidding, mereka emang pelajar yang unik dan tampil beda tak ada raut kedendaman di hati mereka.
Jam menunjukkan pukul 20:00 WIB, dikamar yang bergoreskan cat putih, dengan bad cover warna hijau. Thiana merebahkan diri diatas kasur, Thiana mengambil HP disaku bajunya, membuka kunci, dan terlihat wallpaper close-up wajah-wajah sahabatnya yang berpose ria waktu Ulang tahunnya tahun lalu. Thiana memandangi lekat-lekat wajah sahabat-sahabatnya. Dalam hatinya dia terbayang saat-saat masa pe-de-k-te dulu, eit jangan salah pe-de-k-te juga ada istilah dalam bidang persahabatan, bukan hanya di pacaran. Thiana dan Varya dari es-em-pe memang sudah dekat, malah satu bangku lagi. Sementara Trini dekat dengan Nia, walaupun Trini dan Nia satu ruangan sama thiana tapi mereka gak deket, bisa dibilang gak saling akrab gitu! Mereka mulai dekat saat sama-sama masuk es-em-a satu dan satu kelas lagi. Disini awalnya rasa kekompakan dan rasa empati sesama mulai tumbuh, walaupun beda karakter tapi bisa saling menghargai dan memahami.
Trini pintarnya Bahasa Inggris kalo dilihat sekilas emang berdarah orang inggris (Cuma istilah doank,jangan percaya ya…!!!), wataknya yang tak bisa dilupakan ialah banyak bicara, kadang orangnya baik, tapi banyak juga jahilnya yang belum terungkap. Nia orangnya hobinya melukis, melukis apasaja yang tebersit dihatinya, dia lebih suka tahan omongan daripada mencari-cari kejelekan orang lain. Nah kalo Varya sukanya ilmu pasti yaitu matematika, orangnya jail, gokil dan cepat dalam bertindak. Yang terakhir Thiana gadis yang soft dan baik hati, paling suka memberi semangat sahabat-sahabatnya kala dibalut kesusahan.
Eh dah pada ngintip aktornya nie…

Thiana mengambil diarynya dia merasa perlu mengatakan isihatinya malam ini dan mengisahkan keluh kesah dirinya.
Dear Diary…
Diary, aku mungkin orang yang paling bahagia didunia ini, punya sahabat-sahabat seperti Varya, Trini dan Nia, terlalu hiperpola ya, ah biarin aja dech, emang aku yang paling bahagia kok didunia ini he..he.. just kidding. Kata just kidding ni punya makna khusus buat kita, dia juga tembok penghalang, setiap kita perang pasti ujung-ujungnya just kidding. Karena itu kita gak pernah marahan selama ini. Setiap persoalan yang berstadium empat pasti just kidding
Diary coba suami istri yang sedang bertengkar pakek senjata just kidding, pasti mereka gak perlu bercerai untuk menyelesaikan masalahnya. Kasian anak-anaknya nanti pada depresi dan frustasi akibatnya bunuh diri, apalagi file otak rusak dan menjadi gila, pasti rumah sakit jiwa gak ada kamarnya, udah pada penuh semuanya!.
Tau gak Diary sejak aku ketemu Varya, Trini, dan Nia. Hidupku jadi lebih hidup, senang, gembira semuanya bercampur satu dalam kebahagian. Sahabat-sahabat aku itu lucu-lucu sich, tiap hari kerjanya selalu pasang wajah ceria. Sahabat-sahabatku, aku seneng bisa bersama kalian, kita gak pernah bertengkar dan marahan. Semua duka lara kita, kita berbagi semuanya. Dan aku ingin selalu just kidding – just kidding and just kidding.
Thiana menutup diarynya, memeluk erat diary yang berwarna pink, sangat erat seakan-akan ada yang mau mengambil diary itu darinya. Dia lalu memejamkan matanya dan berharap dia bermimpi indah. Kali ini dia tidak melihat bintang dulu sebelum tidur seperti biasanya, alasannya dia gak tahan lagi pengin tidur. Dia Cuma berbisik pada bintang langit, good night sobatku, just kidding ya!!! Thiana kini terlarut dalam alam mimpi yang menjadi bunga tidur dalam keheningan malam.



0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment