Kemarin, tanggal 26 Juni 2008 umur saya genap 18 tahun, berarti hari itu, saya baru saja berulang tahun, tapi ada yang aneh, setiap tanggal 26 Juni, adalah tanggal yang biasa-biasa saja bagi saya, tak ada yang istimewa, padahal kan hari itu ulang tahun saya, bahkan tanggal 26, bisa jadi momok menakutkan bagi saya, bagaimana tidak, berarti saya semakin dekat dengan kematian.
Mati, adalah hal yang wajar, karena setiap orang pasti akan merasakan mati, tapi, apa yang menakutkan bagi saya! saya takut karena persiapan saya belum matang untuk berpisah dengan jasad saya. Karena Pahala dan Iman yang saya miliki belum cukup berat untuk saya bawa ke alam sesudah mati.
Selama hidup saya belum pernah mendengar kata Selamat Ulang Tahun dari mulut keluarga saya, bahkan teman saya, atau kadang mereka tidak tau tanggal berapa saya lahir ke dunia ini. Itu juga suatu hal yang wajar. Kalau mereka tau, “Selamat Ulang Tahun Zulham Moga Panjang Umur dan Sehat Selalu”, kata-kata semacam itu, mungkin akan keluar dari mulut teman saya atau pun keluarga saya.
Tapi, tahun ini ada sesuatu yang beda di tanggal 26, Tepat jam 12 saya di telpon oleh teman saya, namanya Maryulis, dia teman sebangku saya di sekolah. Baru saja saya menekan tombol terima di HP saya, saya langsung di hujam dengan “Selamat Ulang Tahun Zulham Moga Panjang Umur dan Bla Bla Bla”.
Maryulis mengucapkan kata selamat ulang tahun kepada saya karena tanggal lahir saya dengan tanggal lahirnya sama, 26 Juni 1990. itu yang membuat ia rela menelepon saya hanya untuk mengucapkan kata yang tidak sedikit pun punya arti bagi saya.
Dan setelah tanggal 26 itu, saya mendapatkan 3 buah SMS ucapan selamat dari teman sekelas di sekolah, dan SMS itu, tak sedikitpun menggubris hati saya. Itulah tahun saya mendapatkan kata ucapan selamat, kebetulan karena tanggal lahir saya sama dengan teman saya.









