blog aneuk aceh >> azuel

Just another Blogetery.com weblog

Berhenti Berharap

September 16th, 2008 · No Comments
Kisah · Tulisan

Tak seperti biasanya, bulan puasa tahun ini saya tidak bersama-sama keluarga dan bersama-sama teman-teman saya, sekarang saya harus menjalankan puasa di kampung halaman orang lain. Jenjang pendidikanlah yang menuntut saya harus berpisah sementara dengan orang tua dan teman-teman saya. Setelah melewati hambatan dan rintangan di SMA Negeri 2 Peusangan saya meneruskan pendidikan ke Banda Aceh, dan Alhamdulillah saya lulus tanpa tes di UPT IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Sejak saat itu jua saya di terima sebagai karyawan di salah satu media cetak bernama HARIAN ACEH yang mempunyai slogan menuju aceh baru.


Saya patut bersyukur atas prestasi yang telah saya raih, jalan hidup saya lumayan lurus untuk saya yang berasal dari keluarga sederhana, selama menuntut ilmu saya tidak mengalami kemiringan dan hambatan dalam bidang ekonomi dan untuk saat sekarang saya boleh tidak mengharapkan kiriman bulanan dari orang tua saya. Tapi apakah saya masih bisa mampu berhenti berharap untuk masa kedepan saya, ah entahlah hanya Allah yang tahu.

Masih banyak lagi orang yang mengalami nasib serupa dengan saya, menjalani hari-hari yang kosong tanpa ditemani orang yang kita sayangi, keluarga misalnya. Pernah saya mendengar ocehan teman saya yang kebetulan juga satu kampung dengan saya Akmal namanya, Sekarang dia sedang praktik di Sibolga, Medan. Dia begitu merindukan orang tuanya di bulan puasa tahun ini, dan ia juga tidak merayakan lebaran tahun ini bersama-sama keluarganya. Dia hanya bisa menangis dan bercanda agar bisa menghilangkan kerinduannya dengan orang tuanya. Jenjang pendidikan juga yang menuntut ia harus mengidap penyakit demam kerinduan.

Nasib saya masih lumayan di bandingkan akmal, saya membutuhkan waktu 5 jam untuk sampai di kampung halaman saya, sedangkan akmal ia butuh satu hari satu malam untuk sampai di tanah kelahirannya. Di bulan puasa ini entah mengapa saya sangat merindukan kampung halaman saya, padahal ini juga untuk masa depan saya juga. Tiap malam saya selalu membayangkan masa-masa dulu saat berpuasa dengan keluarga saya dan juga teman-teman saya, tidak enak rasanya menjalani bulan rahmat ini tidak bersama keluarga dan teman-teman di kampung,

Tapi ini menyagkut masa depan bagaimanapun kita harus menjalaninya dengan hati lapang. Bagi saya yang baru saja belajar hidup mandiri mungkin belum bisa menerima kenyataan ini saya berharap untuk kedepannya agar terbiasa dengan keadaan ini.



0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment